Senin, 08 Desember 2014

Kerenggangan Klep/Katup Sepeda Motor


SUZUKI

 
Suzuki Skywave
In 0,04 -0,08 mm
Ex 0,09 – 0,16 mm


Suzuki Skydrive
In 0,04 -0,08 mm
Ex 0,09 – 0,16 mm

Suzuki Hayate
In 0,04 -0,08 mm
Ex 0,09 – 0,16 mm

Suzuki Nex
In 0,04 -0,08 mm
Ex 0,09 – 0,16 mm

Suzuki Nex Fi
In 0,04 -0,08 mm
Ex 0,09 – 0,16 mm

Suzuki Spin
In 0,04 -0,08 mm
Ex 0,09 – 0,16 mm

HONDA

Honda Vario 110
In 0,16 mm -/+ 0,02 mm
Ex 0,25 mm -/+ 0,02 mm

Honda Vario Techno
In 0,16 mm -/+ 0,02 mm
Ex 0,25 mm -/+ 0,02 mm

Honda Vario 125 PGM-Fi
In 0,16 mm -/+ 0,02 mm
Ex 0,25 mm -/+ 0,02 mm

Honda Scoopy
In 0,14 mm -/+ 0,02 mm
Ex 0,14 mm -/+ 0,02 mm

Honda Scoppy PGM-Fi
In 0,14 mm -/+ 0,02 mm
Ex 0,14 mm -/+ 0,02 mm

Honda BeAT Fi
In 0,14 mm -/+ 0,02 mm
Ex 0,14 mm -/+ 0,02 mm

Honda BeAT
In 0,14 mm -/+ 0,02 mm
Ex 0,14 mm -/+ 0,02 mm

Honda PCX 125
In 0,10 mm -/+ 0,02 mm
Ex 0,24 mm -/+ 0,02 mm

Honda PCX 150
In 0,10 mm -/+ 0,02 mm
Ex 0,24 mm -/+ 0,02 mm

YAMAHA

Yamaha Nouvo
In 0,08 mm – 0,12 mm
Ex 0,08 mm – 0,12 mm

Yamaha Nouvo Z
In 0,06 mm – 0,10 mm
Ex 0,08 mm – 0,12 mm

Yamaha Mio
In 0,06 mm – 010 mm
Ex 0,08 mm – 0,12 mm

Yamaha Mio Sporty & Mio Soul
In 0,06 mm – 010 mm
Ex 0,08 mm – 0,12 mm

Yamaha Mio J & Mio GT
In 0,08 mm – 0,12 mm
Ex 0,09 mm – 0,13 mm

Yamaha Xeon & Xeon RC
In 0,08 mm – 0,12 mm
Ex 0,16 mm – 0,20 mm


Yamaha Fino
In 0,06 mm – 0,10 mm
Ex 0,08 mm – 0,12 mm

APA ITU ECU (ENGINE CONTROL UNIT)

Perkembangan teknologi suplai bahan bakar pada mesin sepeda motor telah mengalami kemajuan sangat pesat. Kini, sistem karburator telah digantikan dengan sistem injeksi agar perhitungan jumlah bahan bakar yang disemprotkan ke dalam mesin menjadi presisi, yakni sesuai dengan perbandingan udara-bahan bakar yang dibutuhkan. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan tenaga yang optimal dan efisiensi bahan bakar.

Sistem injeksi terdiri dari beberapa komponen elektronik. Salah satu komponen yang berperan penting adalah ECU (Engine Control Unit). ECU ini berfungsi untuk mengolah data input dari sensor pada sepeda motor dan mengontrol jumlah injeksi dan waktu pengapian, serta mengatur beberapa fungsi pada sepeda motor. Semua power dari injektor dan koil pengapian khusus injeksi/Transistorized Controlled Ignition(TCI) didapatkan langsung dari aki (12V). Berikut diagram sistem kerja injeksi: 

Pada sistem injeksi, karburator sudah diganti menjadi throttle body. Throttle body terdiri dari beberapa sensor, yakni sensor bukaan gas/Throttle Position Sensor(TPS), sensor tekanan udara masuk/Manifold Absolute Pressure(MAP), sensor temperature udara masuk/Intake Air Temperature Sensor(IATS). Semuanya berfungsi sebagai input ECU untuk menghitung jumlah udara masuk, sehingga jumlah bahan bakar yang disemprotkan injector sesuai dengan kondisi mesin. Kondisi mesin didapatkan dari beberapa parameter, yakni putaran mesin yang didapat dari sensor Crankshaft Position (CKP), suhu mesin dari sensor Engine Coolant Temperature (ECT), dan campuran bensin yang didapatkan dari gas buang (Sensor Oksigen).

Semua input data dari sensor diolah oleh ECU untuk mengaktifkan beberapa komponen : Pompa bensin (pemberi tekanan bensin), kipas radiator (jika mesin panas), Fast Idle Solenoid (katup elektrik yang berfungsi menambah udara agar starting dan idle menjadi stabil), dan tachometer

APA ITU PROGRAMMABLE ECU iquteche? 

ECU Standar pada motor injeksi hanya didesain untuk penggunaan harian. Artinya, jika mesin dimodifikasi dan diberi aksesori tambahan lainnya untuk meningkatkan performa mesin, tentunya ECU hanya mampu memberikan performa standar untuk spesifikasi standar.

Setelah bertahun-tahun riset dan pengembangan, kami menemukan metode setting injeksi yang sangat mudah dan praktis, yaitu Programmable ECU iquteche yang dapat diprogram via komputer. Mungkin, menurut sebagian orang setting dengan komputer sulit untuk dikuasai. Padahal, setting menggunakan komputer lebih mudah dan cepat karena :
  1. Monitor data mesin saat mesin hidup agar setting mesin sesuai dengan kebutuhan, seperti: TPS, MAP, IATS, ECT, rpm mesin, sudut pengapian 
  2. Data settingan dapat diubah dan di save pada file komputer, sehingga variasi mapping injeksi dan pengapian tak terbatas
Selain itu, ECU iquteche didesain untuk memenuhi modifikasi mesin, sehingga terdapat fitur pada software khusus iquteche TUNING MANAGER berupa setting CC mesin, dan flow rate injector. Jadi, ECU iquteche sangat sesuai untuk modifikasi bore up, stroke up, ganti injector, porting/polish, knalpot racing, cam racing, koil racing, filter, variasi rasio rantai gear sprocket, dan throttle body racing.

Senin, 01 Desember 2014

Profile Member


001-Away


003-Uthan


011-Andri


013-Kiki

 
 
018-Yulian


032-Erhy

6th Anniversary


Celebration 6th anniversary KCC Depok

Deteksi Dini Kerusakan Motor

Disini sedikit saya sebutkan ciri-ciri kerusakan sepeda motor yang biasa kita pakai sehari-hari, Agar kelak kita bisa mendeteksi secara cepat kerusakan apa yang kira-kira terjadi pada kendaraan yang biasa kita pakai, beberapa pengalaman pahit sewaktu saya tidak mengetahui dan mengenal apa yang terjadi pada sepeda motor saya, acapkali saya selalu mengandalkan bengkel sepeda motor terdekat ataupun bengkel-bengkel yang bertebaran dijalan, kerap kali itu pula selalu saya tidak mendapatkan kepuasan, malahan biaya yang semula saya pikir terjangkau, setelah saya bawa ke bengkel semua itu meleset bahkan membengkak hingga 2-3 kali lipat. Itu sebab karena ada saja spare part yang tidak seharusnya diganti malah diganti oleh montir dibengkel tersebut. Berbekal dari pengalaman ini ada baiknya sebelum teman-teman membawa motor anda kebengkel, kenali dulu kerusakan motor anda secara mandiri, agar nanti di bengkel, anda sudah tahu spare part mana yang harus diganti dan mana yang yang tidak perlu. Dibawah ini gambaran umum cirri –ciri kerusakan yang biasa ditimbulkan oleh sepeda motor :
Selamat mengenali………! Berhati-hatilah kepada bengkel anda, carilah bengkel yang betul-betul sudah anda kenal dan percaya.
1. Akibat Kompresi Mesin Lemah
  • Mesin sukar hidup / tidak dapat hidup sama sekali
  • Mesin dapat hidup tapi tidak ada tenaganya
  • Pemakaian bahan baker menjadi boros
  • Timbul suara menggelitik pada bagian blok silinder (detonasi)
2. Mesin mendadak mati ketika dikendarai dijalan
  • Businya mati atau businya kotor
  • Platina tidak bekerja dengan sempurna atau sama sekali tidak bekerja akibat dari baut platina longgar
  • Kabel pengapian lepas/longgar
  • Bensin tidak turun pada karburator
  • Jet utama dan jet langsam pada karburator tersumbat
  • Torak macet didalam lubang silinder akibat overheating
3. Pemakaian bahan bakar boros
  • Tersumbatnya saringan udara dibagian belakang karburator
  • Banyaknya karbon pada ruang bakar. Karbon ini terbentuk akibat terbakarnya oli pelumasyang mengeras berupa arang yang menempel pada puncak torak dari ruang bakar
  • Sistem pemakaian yang kurang tepat
  • Kompresinya rendah
  • Kerusakan yang terjadi yaitu torak. Cincin torak dan lubang silinder
4. Akselerasi mesein kurang sempurna
  • Saluran-saluran atau lobang-lubang didalam karburatornya kotor
  • Businya tidak menyala secara konstan yang disebabkan kotor. (kerenggangan busi terlalu rapat)
  • Gas sisa pembakaran tidak dapat keluar secara lancar dari knalpot
  • Saringan udara yang tersumbat akan mempengaruhi komposisi bensin dan udara sehingga campuraterlallu kaya
  • Waktu pegapian yang kurang tepat, terlau cepat menyala atau terlalu lambat menyala
5. Mesin tenaganya hilang
  • Bos katup terlalu sempit lubangnya, sehingga katup menjadi tidak lancar untuk bekerja
  • Pegas katupnya lemah atau patah, perbaikannya harus ganti yang baru
  • Waktu pembukaan dan penutupan katup tidak tepat. Hal ini berarti poros hubungan (noken as) harus di stel kembali pada posisi top
  • Terjadi kebocoran kompresi akibat rusaknya paking kepala silinder
  • Torak, cicncin torak, dan lubang silindernya usang
  • Tempat kedudukan businya rusak, hal ini berarti harus dibuat alur dudukan busi yang baru
6. Keluar asap putih dari knalpot
  • Torak, cincin torak dan lubang silinder aus/rusak
  • Terlalu banyak mengisi oli pelumas
  • Tekanan pompa oli terlalu tinggi
  • Penggunaan mutu oli yang kurang baik
7. Mesin hidupnya tersendat-sendat setelah dipanaskan
  • Busi yang kadang kala mengeluarkan api kadangkala tidak
  • Koil pengapiannya rusak
  • Penyetelan plampung kurang tepat